Pacaran, Sebagai Proses Penjajakan, Percayalah Kepada Cowok




Yüklə 289.5 Kb.
səhifə4/11
tarix22.02.2016
ölçüsü289.5 Kb.
1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11

Kenapa Harus Selebritis???


Jadi seleb, kali aja jadi dambaan semua orang, termasuk konco muda di negeri ini. Apalagi yang dijamin kerontang pemahaman agamanya, ketika ada agenda macam AFI alias Akademi Fantasi Indosiar dan juga Indonesia Idol. Kontan aja mereka serbu. Sampe-sampe Indonesian Idol yang nongol di RCTI, udah menutup pendaftaran karena jumlahnya yang udah kelewat batas, meski sebenarnya tanggal pendaftaranya belum abis. Padahal kalo sobat tahu, acara itu hasil jiplakan American Idol yang juga ditayangin di teve yang sama. Latah nggak sih !?!?

Jadi seleb, kali aja jadi dambaan semua orang, termasuk konco muda di negeri ini. Apalagi yang dijamin kerontang pemahaman agamanya, ketika ada agenda macam AFI alias Akademi Fantasi Indosiar dan juga Indonesia Idol. Kontan aja mereka serbu. Sampe-sampe Indonesian Idol yang nongol di RCTI, udah menutup pendaftaran karena jumlahnya yang udah kelewat batas, meski sebenarnya tanggal pendaftaranya belum abis. Padahal kalo sobat tahu, acara itu hasil jiplakan American Idol yang juga ditayangin di teve yang sama. Latah nggak sih !?!?

Harta yang bejibun, fans yang selalu memujanya, kayaknya bikin remaja ngiler juga untuk mencicipi dunia selebritis. Ya, langkah apa aja akan mereka lakukan, senyampang itu bisa membikin dirinya nongol di layar teve. Satu, dua harta atau bahkan berharta-harta akan mereka abiskan, toh itu akan keganti dengan gajinya sebagai selebritis. Itu kali, sebagian khayalan paramuda kita. Bener atau nggak, entar kita lihat hasilnya aja ya ?

Sobat, sebenarnya festival macam AFI atau Indonesian Idol, bukan barang baru di negerinya Cecep ini. Taruh aja conto, misalnya dulu ketika ada casting pemeran sinetron Ada Apa Dengan Cinta. Remaja kita berduyun-duyun mendatangi production house, yang ngadain casting itu. Dan ada juga dulu, waktu ada casting bintang iklan sabun, remaja puteri kita gembira menyambutnya. Tapi malah buntutnya casting bintang iklan tersebut, bermasalah. Soalnya para calon bintang yang udah berjibaku melepaskan kain yang menutupi tubuhnya, eh ternyata disalahgunakan ama production house-nya, gambar-gambarnya nampang rame-rame di situs internet. Wacaw !!!

Ikut Festival ? Pikir Dulu Deh

AFI begitu membahana dan mengena di hati masyarakat kita. Bahkan buat menyemarakkan acara itu, digelar Diary AFI yang ditayangin tiap sore di Indosiar. Nggak cukup itu, para mantan finalis AFI yang tereliminasi atau tersingkirkan, bahkan namanya makin berkibar. Dan lebih hebohnya lagi, biar tambah kelihatan legal dan semarak, tiap para calon bintang itu menunjukkan kemampuannya yang ditayangin tiap malam minggudi Indosiar, disitu hadir para komentator yang diambil dari para senior mereka di bidang musik, sebut saja Trie Utami misalnya. Sampe akhirnya muncul satu jawara AFI.

Nggak ada yang baru sih, sebenarnya dari AFI. Festival gituan dari tahun ke tahun, pasti habisin duit yang nggak sedikit, tenaga yang nggak kecil. Tapi apa mau dikata, begitulah budaya masyarakat kita. Suka boros kalo untuk acara yang miskin manfaat bin maksiat, tapi seret banget kalo untuk acara yang sebenarnya banyak manfaatnya.

Tentu kalo dana para produser, sponsor dan dermawan dari acara festival itu, diarahkan untuk penanggulangan penyakit Demam Berdarah Dengue itu lebih banyak manfaatnya. Atao kalo dana itu dialokasikan untuk bikin acara dakwah yang meriah dan menggugah, pasti ada manfaat yang bisa didapat dari situ. Ya nggak ?

Setuju atau nggak, yang jelas polling Imud membuktikan ketika dilayangkan pertanyaan kepada para responden "Kalo ada ajang/festival untuk jadi seleb ikut nggak?", 71 responden menjawab nggak ikut, dan sisanya 17 orang menjawab ikut. Polling yang mengambil metode SMS, email ini, juga menanyai responden tentang keinginannya jadi seleb. Jika dibandingkan antara yang ngebet pengin jadi seleb dengan yang tidak ada 67 : 21, yaitu 67 orang menjawab tidak pengin jadi seleb dan 21 menjawab kepingin. Ih..garing khan.

Sobat, kita nggak ngelarang kamu mau jadi seleb. Tapi cuman kita kasih pertimbangan. Pikir seratus atau bahkan seribu kali untuk mewujudkan keinginan kamu itu. Sebab udah banyak toh, pengalaman para selebritis senior kamu yang udah duluan kesohor. Ada yang rumah tangganya berantakan, setelah menikah sekian tahun bahkan udah dikarunia anak, sebut aja mbak Itje Trisnawati Alya Rohali, Desy Ratnasari, Novia Ardana, Elma Theana, dll. Ada juga seleb yang rela pindah agama alias murtad, kenal khan ama Nafa Urbach. Atau nikah dengan lelaki non muslim, dia adalah Ira Wibowo-Katon, Nia Zulkarnaen-Ari Sihasale.

Emang bener, masalah kayak gitu bisa aja menimpa para seleb ataupun yang bukan seleb. Tapi apa lantas kita menyalahkan seleb-nya ?. Jelas nggak dong. Manusiawi sekali kalo semua orang punya masalah, termasuk para seleb. Tapi sobat tahu nggak, salah satunya kenapa para seleb itu bercerai adalah karena profesinya sebagai seleb. Misal, gosip yang terhangat soal perceraian Itje-Edi Sud. Disulut karena Edi nggak setuju Itje selalu pulang malam dengan alasan manggung. Demikian pula dongeng perceraian Elma dengan suaminya, karena katanya ada kehadiran orang ketiga, yang dikabarkan dekat dengan Elma.

Well, kawin-cerai, WIL-PIL selalu jadi bumbu masalah bagi seleb. Eh, sobat pernah kepikir nggak kalo kawin-cerainya para seleb itu di festival-kan, wuih bakalan rame dong. Bukan aja para seleb itu malu menaruh muka, bahkan (maaf) menaruh pantat aja mereka malu. Tul nggak ?

Ya, kalo kita coba berpikir positif aja. Apa sih yang bisa kamu
tau kita dapatin dari festival atau kalo nanti kamu jadi seleb. Apa kamu berpikir, "aku akan jadi selebritis yang baik, beriman, bertakwa dan selalu menjalankan perintah-Nya" (Jiele...kayak mo khotbah aja). Masalahnya nggak segampang itu friend, sebab jaring-jaring selebritis akan menjerat kamu sedemikian rupa, sehingga kamu ingin lepas aja akan terasa sulit. Sulit, emang karena udah sistemnya diatur demikian. Dan sulit karena emang udah terlanjur enak jadi seleb. Nggak percaya ? Jangan dicoba !!!

Jadi Seleb = Bahagia

Tunggu dulu, buat kamu yang udah kejebak ama pemikiran bahwa jadi seleb, dijamin bahagia atau bangga. Kayaknya pemikiran itu harus delete dalam benakmu. Pasalnya, seperti udah dijlentrehkan diatas tadi, banyak kaum seleb yang ngerasa nggak sukses rumah tangganya meskipun karirnya sebagai selebritis jauh lebih sukses.

Salah besar, kalo harta udah menumpuk, banyak orang memuja, kebahagiaan tinggal nunggu waktunya saja. Kebahagiaan tidak identik dengan harta dan pujaan. Banyak seleb kaya, toh akhirnya nestapa di akhirnya. Michel Jackson, King of Pop ini, terakhir dikabarkan terpaksa harus menjual barang koleksianya, bahkan melelang album-albumnya.

Buat sobat yang demen nonton telenovela bakal hafal ama Bety La Fea yang diperankan ama Ana Maria Orosco. Gara-gara ketenarannya di telenovela yang sukses di Amerika Serikat dan Amerika Latin itu, Ana Maria terampas kebahagiannya. Sebab hampir tiap hari dia harus menghindari dari kejaran wartawan dan penggemarnya, bahkan sampe stres. Karena saking stresnya, teman-teman syutingnya mengeluhkan Ana Maria yang sering terlambat ngikutin jadwal syuting.

Sangat manusiawi sekali, kalo kepengin dipuja atau dipuji orang. Tapi berharap terus dipuja dan dipuji orang, justru bikin kita nggak ikhlas dalam beraktivitas. Jika kita selalu berharap dihormati, maka kita akan merasa terpenjara dengan rasa hormat itu. Atau ketika kehormatan itu tidak jua datang, kita akan kecewa dan sakit hati, akhirnya menyalahkan orang yang tidak menghormati kita.

Kebahagiaan tidak selalu datang ketika kita dipuja orang. Banyak orang memuja Inul Daratista, karena aksi goyang ngebornya yang hot banget. Jangan dikira Inul bahagia, di lubuk hatinya paling dalam ia merasa gelisah, karena banyak orang juga yang memprotes goyangannya bahkan notabene para ulama juga.

Argumentasi ini akan lebih kuat kalo kamu coba ikutin jawaban responden seputar pertanyaan "Menurutmu, bahagia/bangga nggak sih jadi seleb?" Ternyata, hampir separo lebih atau pasnya sekitar 71 orang menjawab "nggak janji deh", yang sisanya 17 responden menjawab sebaliknya.

Lalu dimana kebahagiaan itu ? Ok, untuk ngejawab pertanyaan itu, coba kita renungi hidup kita ini. Bukankah hidup kita di dunia ada akhirnya, dan kemana sih akhir kehidupan kita? Ibarat perjalanan yang musti ditempuh, jika ditengah perjalan kita tergoda dan terlena, hingga akhirnya kita lupa pada tujuan perjalanan kita sebenarnya. Sobat, tujuan akhir perjalanan hidup kita adalah akhirat. Maka kebahagiaan yang sejati adalah di akhirat kelak. Nah, gimana kita bisa mendapatkan kebahagiaan di akhirat jika didalam perjalanan menuju kesana, kita tidak mengusahakan jalan yang benar yang diambil dari syariat Islam.

Sobat, ingat firman Allah :


"Sesungguhnya pendengaran, pengelihatan dan hatimu semuanya, akan dimintai pertanggung jawaban" (TQS. Al-Isro 36)

Coba Bercermin, yuk !!!

Seberapa hebatnya sih jadi seleb, sampe harus ngeluarin berduit-duit ? Coba, sobat buka lagi majalah, koran atau buka situs internet yang disitu nampangin berita tentang selebritis. Harusnya berita itu jadi cerminan bagi kita yang ngebet banget pengen jadi seleb. "Emang kenapa ?" Ya, kebobrokan moral, perilaku nggak Islamy justru ditunjukkan oleh para seleb yang notabene mereka bergama Islam. Kalo para seleb menunjukkan jati dirinya sebagai seorang muslim saja kagak becus, apalagi ngasih contoh yang bener soal moral dan tingkah laku yang bener, lebih nggak becus lagi khan.

Ya, emang bener sih, kalo tingkah laku bejat itu nggak hanya milik selebritis atau nggak harus jadi selebritis kalo mau bertingkah laku bejat. Tapi kenapa harus seleb ? Jawabanya, bisa kita reka-reka sendiri, karena seleb sebagai public figure alias orang yang selalu jadi pusat perhatian. Mungkin persoalannya nggak akan serumit itu, kalo yang bertingkah laku bejat itu Si Bejo, tetangga sebelah kita, karena emang Bejo, hanya anak kampung. Kita tinggal datangin dia, trus dinasehatin, bisa jadi selesai masalahnya. Tapi kalo seleb yang bertingkah laku bejat, wah sebelum ada yang bilang itu bejat, udah pasti bejibun yang bakalan niru kebejatannya. Idih, jangan sampe deh !!!

Sekali lagi ini hanya sekedar conto. Sobat tahu khan Faisal, bintang sinetron Cinta SMU terakhir dikabarkan harus masuk bui menjalani masa percobaan tahanan 30 hari, karena kasus pemerkosannya terhadap seorang cewek (Insert, 18/03/04). Artis Sukma Ayu yang main di sinetron Kecil-Kecil Jadi Manten, dikabarkan berfoto mesum dengan mantan pacarnya, Bejah yang personil The Fly. (Cek & Ricek, …/02/04). Rasional sekali, kalo orang mengatakan tingkah laku kayak gitu adalah bejat. Tul nggak ?

Sobat, bukankah tiap hari kita bercermin. Apa sih yang bisa kita liat di cermin itu? Tentu muka kita yang mungkin aja udah ditumbuhi kumis, bagi yang masih pengin tampil baby face, maka buru-buru aja ambil cangkul, eh….maksudnya pisau cukur, untuk merapikan kumis kita. Demikian juga yang cewek, begitu ngeliat jilbab dan kerudungnya udah rapi jali, mukanya udah dipakain bedak, tapi koq pipinya kurang merah, asal aja biar merah, pipinya sendiri dicubitin…he..hee..heee

Nah, demikian pula kalo kita bercermin terhadap tingkah laku kita. Udah banyak yang benar sesuai syariat belum? Kalo emang udah sesuai, ditambahin atau paling nggak dipertahankan. Persoalannya kalo nyatanya tingkah laku kamu belum banyak yang bener, tapi udah berani-berani mau conto tingkah laku yang nggak bener juga dari para seleb. Khan berabe. (luky)
Wallahu'alam


1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11


Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©azrefs.org 2016
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə