Pengantar pengolahan Bahan Non Buku Deskripsi aras kedua




Yüklə 240.65 Kb.
səhifə1/11
tarix22.02.2016
ölçüsü240.65 Kb.
  1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11
Bab I.

Pengantar pengolahan Bahan Non Buku


Deskripsi aras kedua :


Judul sebenarnya [Jenis Bahan Umum]=judul paralel : informasi lain dalam judul / Pernyataan tanggung jawab pertama; pernyataan tanggung jawab berikutnya. – Pernyataan edisi / pernyataan tanggung jawab pertama berkaitan dengan edisi. – Rincian khusus mengenai bahan (atau jenis terbitan) tertentu. – Tempat terbit Pertama dsb., : penerbit pertama dsb., tahun terbit dsb. – Penjelasan deskripsi fisik : Rincian fisik lainnya ; dimensi. – (Judul seri sebenarnya / pernyataan tanggung jawab

Berkaitan dengan seri, ISSN seri ; penomoran seri. Judul subseri, ISSN subseri ;

Penomoran subseri). – Catatan. – Nomor standar
Definisi Non Book Materials menurut
Harrod’s librarians’ glossary and reference book:

Those library materials which do not come within the definition of book, periodical or pamphlet and which require special handling, e.g. audio-visual materials ( records, tapes, slides, filmstrips and videotapes), vertical file materials, microforms or computer software.
Kamus istilah perpustakaan:
Bahan non buku yaitu jenis bahan pusataka yang dibuat dari bahan kertas atau bahan lain, tetapi bentuknya tidak berbentuk buku. Adapaun yang dikategorikan pada jenis ini antara lain:


  1. Rekaman gambar : slide, foto

  2. Rekaman suara: pita suara, piringan hitam

  3. Rekaman tulisan dalam bentuk film: microfilm, mikrofis

  4. Sumber-sumber ilmu bumi: peta, gambar, globe dll.

Hal yang perlu diperhatikan dalam mengolah Non Book Material:




  1. Pernyataan jenis bahan umum

Unsur kedua dari daerah judul dan pernyataan tanggung jawab adalah pernyataan jenis bahan umum (General Material Designation atau GMD) yang berfungsi memberitahukan sedini mungkin bentuk fisik dokumen. Istilah-istilah yang digunakan di sini bersifat umum, artinya menyebut kelompok umum dokumen tersebut.



  1. Daerah data khusus

Daerah ketiga dari deskripsi bibliografi adalah daerah yang digunakan untuk data yang hanya berlaku untuk satu jenis bahan pustaka saja, jadi berupa data khusus yang karena kekhususannya tidak dapat ditampung dalam daerah-daerah lain. Dalam AACR 2 daerah ini digunakan untuk deskripsi data matematik (skala, proyeksi dan sebagainya) bahan kartografi dan pada deskripsi terbitan berseri untuk keterangan tentang sistem penomoran dan sebagainya. Pada deskripsi jenis bahan lain daerah ini dilewatkan.
3. Daerah deskripsi fisik

Daerah kelima dari deskripsi yang dahulu disebut kolasi, adalah daerah untuk mencatat berbagai data mengenai bentuk fisik dokumen. Daerah ini selalu dimulai dengan keterangan mengenai jumlah, disertai suatu “specific material designation” atau pernyataan jenis bahan spesifik, yang menerangkan kelompok khusus dokumen tersebut. Data yang dicatat dalam daerah ini disesuaikan dengan sifat dan ciri khas masing-masing jenis bahan.



Masalah-masalah yang disebabkan oleh ciri-ciri dan sifat bahan bukan buku:

  1. Keragaman bahan bukan buku menuntut pengetahuan khusus tentang berbagai jenis bahan dengan cirri-cirinya masing-masing. Kebanyakan bahan belum bersifat stabil, artinya belum sampai ke fase yang dapat dianggap sebagai telah mencapai bentuk permanen dengan cirri-ciri yang tidak akan berubah lagi. Usaha penyempurnaan bentuk-bentuk yang telah ada dan pemanfaatan perkembangan teknologi untuk menciptakan bentuk-bentuk baru, masih berjalan terus, sehingga pengkatalog harus secara aktif mengikuti perkembangan mutakhir

  2. Pengawasan bibliografi bahan bukan buku masih jauh dari sempurna, sehingga alat-alat Bantu yang dapat mempermudah pencarian atau verifikasi data bibliografi untuk pengkatalogan sangat kurang. Situasi ini timbul karena:




    1. Sarana bibliogrfai seperti bibliografi, indeks, panduan pustaka yang komprehensif, pada umumnya merupakan hasil usaha yang hanya dapat berjalan dengan dukungan koleksi nasional yang berkembang karena adanya undang-undang wajib simpan. Di Inggris misalnya, undang-undang wajib simpan tidak mencakup bahan bukan buku. Library of Congress mengumpulkan jenis-jenis bahan tertentu, tetapi tidak mengkatalog semua jenis bahan yang ada dalam koleksinya. Mengingat sifat-sifat khas bahan bukan buku, kemungkinan ditetapkannya keharusan menyerahkan satu kopi bahan bukan buku masih dipertanyakan. Untuk menyimpan bahan bukan buku diperlukan fasilitas penyimpanan yang sangat besar. Wajib simpan ini dapat memberatkan penerbit, karena kopi sebuah film kadang-kadang bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Yang mungkin dapat dilaksanakan adalah “ legal deposit of information”, yaitu kewajiban menyerahkan informasi tentang segala sesuatu yang telah diterbitkan




    1. Bahan bukan buku merupakan hasil usaha berbagai jenis badan usaha dengan pola penerbitan dan penyaluran yang berbeda-beda. Beberapa jenis bahan bukan buku, yaitu bahan yang dapat diproduksi dengan alat-alat yang relatif murah, seperti selid, transparansi, rekaman suara, filmstrip, diproduksikan oleh perorangan atau badan non-komersial dan diperjualbelikan dalam jumlah yang terbatas. Bahan ini bermutu cukup tinggi dan merupakan sumbangan yang berharga bagi khazanah bahan bukan buku tetapi kehadiran mereka juga memperbesar kerumitan pengawasan bibliografi.




  1. Bahan bukan buku tidak mempunyai halaman judul atau padanannya, sehingga pengkatalog sering mengalami kesulitan dalam memilih data yang harus ditranskripsikan. Data yang ditemukan kadang-kadang bertentangan atau berbeda. Judul pada kemasan berbeda dari judul pada label, yang berbeda lagi dari judul pada “title frame”, misalnya.




  1. Bahan bukan buku pada umumnya merupakan hasil usaha bersama berbagai fihak dengan berbagai fungsi, sehingga timbul masalah kepengarangan atau masalah penentuan tanggung jawab intelektual/artistic. “Diffuse authorship” atau kepengarangan tersebar atau kepengarangan kabur merupakan salah satu ciri khas berbagai jenis bahan bukan buku.




  1. Satu dokumen kadang-kadang terdiri dari berbagai jenis bahan, tanpa ada indikasi unit mana yang utama dan yang pelengkap.




  1. Pengkatalogan bahan bukan buku kadang-kadang memakan banyak waktu dan tenaga, karena deskripsi bibliografi harus lengkap dan terperinci. Informasi yang tersimpan dalam bentuk bahan bukan buku tertentu (mis: film, rekaman suara, rekaman video) tidak dapat dibaca-baca atau dilihat-lihat seperti informasi berbentuk bahan tercetak. Bahan ini juga mudah rusak dan cepat menurun kualitasnya bila terlalu sering diputar.

Contoh deskripsi rekaman suara karya satu orang


Tooze, Ruth.

Storytelling [rekaman suara] / Ruth Tooze

. – Los Angeles : Listener Corp., [197?]

4 kaset ( 210 menit) : digital, stereo.

. – ( Listener in service cassette library ;

album 6 )


Dalam kotak (24 cm)

Ringkasan dan keterangan biografi pada Kotak

Contoh deskripsi gambar hidup
Japanese tea ceremony [gambar hidup] / Walt

Disney Productions. – santa Anna, Calif.

: Doubleday Multimedia, 1985.

1 kartridge film (4 menit) : bisu, berwarna ;

super 8 mm. + 1 pedoman. – (Japanese series)
Contoh deskripsi transparansi
Hailer, Harold

How to design educational games [Trans

-paransi] / Harold Hailer. – san Jose, Calif.

: Lansford, 1981.

10 transparansi : berwarna ; 26 x 31 cm.

GMD (General Material Designation)

(PBU= PENANDAAN BAHAN UMUM)
Bentuk mikro

Berkas komputer

Bola dunia

Braille


Cd

Diagram


Diorama

Citra bergerak

Filmstrip

Gambar


Gambar teknik

Kartu aktivitas

Kartu kilas (Flash card)

Karya seni asli

Mainan anak

Manuskrip

Model

Musik


Permainan

Peta


Realia

Rekaman suara

Rekaman video

Reproduksi karya seni

Slaid

Slaid mikroskop



Teks

Transparansi


SMD (Specific Material Designation)

Sebagai contoh, pernyataan jenis bahan spesifik yang dapat digunakan untuk peta:


Atlas

Peta udara

Bola dunia

Peta hidrografi

Peta gambar penampang

Model relief

Gambar topografi

Peta topografi

Peta ruang angkasa

Contoh pencantuman SMD di daerah deskripsi fisik :


4 kaset rekaman suara
1 diagram dinding
1 atlas
18 kaset video
2 peta topografi
5 model relief

****


Bab II

REKAMAN SUARA


Deskripsi Bibliografi

Deskripsi rekaman suara (sound recording) diatur oleh AACR2 bab 6, Aturan tsb berlaku bagi : rekaman suara dalam berbagai bentuk, misalnya piringan hitam, pita (dalam bentuk rol atau gulungan, kaset, kartridge), piano rolls, rekaman suara atas film (kecuali rekaman yang berfungsi sebagai pelengkap gambar-gambar visual seperti gambar hisup). Aturan ini tidak mencakup rekaman dalam bentuk lain seperti kawat, silinder dan lain-lain media yang masih bersifat eksperimental



  1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11


Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©azrefs.org 2016
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə