Atas kebijakan penggabungan news antv ke tv-one




Yüklə 23.9 Kb.
tarix20.04.2016
ölçüsü23.9 Kb.
SIKAP DAN OPSI YANG DITAWARKAN

KARYAWAN NEWS & CURRENT AFFAIR ANTV

ATAS KEBIJAKAN PENGGABUNGAN

NEWS ANTV KE TV-ONE
Kronologi


  1. Pada hari Jumat, 14 November 2014, Chief HR ANTV Ibu Risya Marhamila dan Manager HR ANTV Bapak Fauzan Muslim telah bertemu Pemimpin Redaksi ANTV Bapak Reva Deddy Utama dan para manager, produser eksekutif serta karyawan senior News & CA ANTV di Ruang Rapat News ANTV. Dalam pertemuan itu Ibu Risa menyampaikan rencana perusahaan untuk mengalihstatuskan karyawan bagian News & CA ANTV menjadi karyawan TV-ONE di Pulogadung, per tanggal 1 Januari 2015.




  1. Pada hari Senin, 17 November 2014, Chief HR ANTV Ibu Risya Marhamila dan Manager HRD ANTV Bapak Fauzan, bersama HR TV-ONE Bapak Triharry Dharmawan Oetji, dan Wakil Pemimpin Redaksi TV-ONE Bapak Totok Suryanto telah bertemu Pemimpin Redaksi ANTV Bapak Reva Deddy Utama, para manager, produser eksekutif dan seluruh karyawan News & CA ANTV di Newsroom ANTV. Dalam pertemuan itu Ibu Risya kembali menjelaskan tentang rencana perusahaan untuk mengalihstatuskan karyawan bagian News & CA ANTV menjadi karyawan TV-ONE di Pulogadung per tanggal 1 Januari 2015.




  1. Dalam pertemuan hari Senin itu, Ibu Risya menyebutkan bahwa pada tiga bulan pertama, mulai tanggal 1 Januari hingga 31 Maret 2015, meskipun karyawan bagian News & CA ANTV sudah bertugas dalam koordinasi TV-ONE di Pulo Gadung, payroll gaji masih dibayarkan antv.




  1. Ibu Risya juga mengatakan bahwa keputusan perusahaan ini merupakan kewajiban yang harus dijalani setiap karyawan News & CA ANTV dan tidak bisa ditawar.




  1. Disebutkan oleh HR TV-ONE Bapak Triharry Darmawan Oetji, selama tiga bulan pertama mulai 1 Januari 2015 – hingga 31 Maret 2015, Manajemen TV-ONE akan mengevaluasi semua karyawan News & CA yang dialihstatuskan ke TV-ONE.



  1. Wakil Pemimpin Redaksi TV-ONE Bapak Totok Suryanto juga menyinggung tentang kebutuhan personil redaksi TV-ONE yang kekurangan sekitar 40 orang.




  1. Baik HR TV-ONE Bapak Triharry Dharmawan Oetji, Wakil Pemimpin Redaksi TV-ONE Bapak Totok Suryanto, dan Chief HR ANTV Ibu Risya mengatakan bahwa alih status karyawan News & CA ANTV menjadi karyawan TV-ONE adalah kebijakan pemilik perusahaan, karena alasan ANTV dan TV-ONE masih dalam satu grup perusahaan media Bakrie.

Atas berbagai informasi tersebut di atas, maka kami bersikap sebagaimana penjabaran di bawa ini:


  1. Pada dasarnya sesuai dengan pasal 50 UU NO 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, disebutkan bahwa hubungan kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja antara pengusaha dan buruh/pekerja. Dalam perjanjian kerja, jelas disebut status kami adalah Karyawan PT Cakrawala Andalas Televisi.

Dalam Peraturan Perusahaan terbaru periode 2014-2016 juga tidak disebutkan adanya perusahaan holding vivagroups dan karyawan viva.


Dalam Bab Umum Peraturan Perusahaan, disebut bahwa perusahaan adalah PT Cakrawala Andalas Televisi, berkantor pusat di Jakarta yang bergerak di bidang Jasa Penyiaran Televisi Swasta Nasional dan didirikan dengan Akte Notaris Chufran Hamal, SH Nomor 136 tanggal 25 Oktober 1990, dengan cabang-cabang di wilayah Indonesia.
Adapun Pekerja, adalah tenaga kerja yang terikat hubungan kerjanya dengan Perusahaan dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain sebagai pekerja PT Cakrawala Andalas Televisi.


  1. Prinsip hubungan kerja adalah -adanya- hubungan hukum antara perusahaan dengan pekerja/buruh atas dasar perjanjian kerja untuk melakukan suatu pekerjaan di bawah perintah. Dengan perkataan lain, hubungan kerja adalah hubungan hukum untuk melakukan pekerjaan antara suatu perusahaan yang -diwakili oleh pengurusnya (cq. pengusaha)- dengan seseorang pekerja/buruh -secara personal- yang ditandai dengan adanya perjanjian kerja (Pasal 1 angka 1 jo Pasal 50 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan)

  2. Substansi yang diperjanjikan dalam perjanjian kerja sesuai Pasal 54 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf d dan huruf f UU No. 13 Tahun 2003, -antara lain- adalah, nama dan alamat perusahaan (sebagai pemberi kerja), nama dan alamat pekerja/buruh (sebagai pekerja), jabatan atau jenis pekerjaan pekerja/buruh, tempat dilakukannya pekerjaan, serta syarat-syarat kerja yang memuat hak dan kewajiban para pihak (termasuk besarnya upah).




  1. Maka berdasarkan ketentuan tersebut di atas, apabila kami ”dimutasi” dari PT Cakrawala Andalas Televisi ke perusahaan lainnya, walau dalam satu grup (holding company), hal itu berarti telah terjadi pengakhiran/pemutusan hubungan kerja (“PHK”) dari PT Cakrawala Andalas Televisi kemudian direkrut oleh perusahaan lainnya (dalam hal ini TV-ONE).




  1. Berdasarkan penjelasan Direktur HRD ANTV Ibu Risa, Direktur HRD TV-ONE Bapak Tri Hari Dharmawan, dan Wakil Pemimpin Redaksi TV-ONE Bapak Totok Suryanto, serta membaca ketentuan dalam UU tersebut, maka kami menyimpulkan bahwa alih status yang dimaksudkan bukanlah mutasi, akan tetapi penghentian hubungan kerja atau PHK dari ANTV. Persoalan kami akan dipekerjakan kembali di TV-ONE sebagai perusahaan yang berbadan hukum berbeda adalah persoalan lain dan dalam konteks yang berbeda.




  1. Berkenaan dengan kebijakan perusahaan ini, kami melihat kebijakan ini adalah PHK yang dilakukan atas kehendak perusahaan sebagai langkah efisiensi karyawan NEWS & CA yang berjumlah kurang lebih 140 orang. Terlebih dengan adanya fakta-fakta sebelumnya, bahwa perusahaan telah memangkas program-program NEWS & CA, seperti Topik Petang, Topik Siang, Cakrawala Topik Kita, Cakrawala XYZ, dan Cakrawala Sunting, Angker Banget, dan lain-lain.




  1. Menurut pemahaman kami, PHK ini adalah PHK yang disebabkan oleh Pemberhentian Umum (rasionalisasi). Dalam hal rasionalisasi, Peraturan Perusahan pasal 57 ayat 3 menyatakan karyawan berhak mendapatkan dua kali uang pesangon yang telah ditetapkan, dan sejumlah hak2 lainnya yang telah diatur.




  1. Jika perusahaan menilai kebijakan mengalihstatuskan karyawan dari ANTV ke TV-ONE sebagai kebijakan yang tidak bisa ditawar, maka hal ini juga termasuk memerintahkan pekerja/buruh untuk melaksanakan pekerjaan di luar yang diperjanjikan. Atas hal itu maka karyawan berhak untuk mengajukan permohonan PHK sebagaimana diatur dalam pasal 169 ayat 1 dan 2 UU 13/2003. Jika PHK dilakukan berdasarkan hal ini, maka pekerja/buruh berhak mendapat uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan pesangon, dan hak hak lain yang telah diatur dalam Undang-undang ketenagakerjaan.

Dari pandangan –pandangan di atas, maka kami karyawan memilih beberapa opsi sebagai berikut:


  1. Bagi karyawan bagian News & CA ANTV yang memilih tidak bergabung dengan TV-ONE maka karyawan tersebut berstatus PHK oleh ANTV. Dari Ketentuan PHK seperti yang telah dijabarkan di atas, maka Karyawan News & CA ANTV ini berhak mendapat uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4) undang-undang ketenagakerjaan.




  1. Bagi karyawan bagian News & CA ANTV yang memilih untuk bergabung dengan TV-ONE, maka karyawan tersebut mendapatkan pengakuan atas masa kerja, benefit, dan gaji; serta posisi/pangkat yang sekurang-kurangnya sama dengan posisi/pangkat di ANTV; serta janji perusahaan sebagai penghargaan kepada karyawan, seperti ibadah umrah, dan ziarah ke Jerusalem. Pengakuan atas masa kerja, benefit, dan gaji, posisi/pangkat yang sekurang-kurangnya sama dengan posisi/pangkat di ANTV, serta janji perusahaan sebagai penghargaan kepada karyawan, seperti ibadah umrah, dan ziarah ke Jerusalem harus dituangkan dalam sebuah perjanjian kerja resmi, secara tertulis, dan secara legal antara pihak karyawan, ANTV, dan TV-ONE. Perjanjian kerja antara ANTV-TV-ONE dan karyawan ini harus diselesaikan sebelum waktu kepindahan ke TV-ONE per 1 Januari 2015.

Usulan
Apabila pada 1 April 2015 TV-ONE tidak mempekerjakan karyawan yang bersangkutan sebagai Karyawan TV-ONE maka ANTV harus menerima karyawan itu kembali sebagai karyawan ANTV dengan status, masa kerja, benefit, dan gaji; serta posisi/pangkat yang sekurang-kurangnya sama dengan posisi/pangkat di ANTV sebelumnya. Jika tidak maka harus terjadi PHK dengan hak mendapat uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4) undang-undang ketenagakerjaan.




  1. Bagi karyawan bagian News & CA ANTV yang tidak memilih untuk bergabung dengan TV-ONE, namun tetap ingin menjadi karyawan ANTV, maka karyawan tersebut diberikan kesempatan untuk mutasi ke divisi lain di lingkungan PT Cakrawala Andalas Televisi sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan kompetensi karyawan.

Tambahan usulan sesuai hasil Rapat Internal News & CA 219 November 2014:



  • Harus didapat kepastian posisi Antv apakah benar merupakan satu holding dengan tvOne

  • Klausul kenaikan gaji apabila kepindahan ke tvOne dalam level pangkat jabatan sejenis terdapat perbedaan significant.

  • Kepastian kelangsungan kerja jika kita pindah ke tvOne.

  • Mulai tanggal 1 Januari 2015 kita diperintahkan untuk bekerja di lokasi tvOne di Pulo Gadung dengan status masih karyawan Antv selama 3 bulan (Jan – Mar 2015), kita mengikuti peraturan dan kebijakan yg sudah ditetapkan.

  • HRD harus menjelaskan secara detil kepindahan ke tvOne, termasuk tujuan corporate, kesiapan alat kerja, struktur kerja, kepastian produk kerja seperti program yg kita garap, absensi, dll.

  • Komitmen perusahaan bahwa Divisi News & Current Affairs merupakan aset.

  • Terdapat aspirasi perwakilan karyawan bertemu dengan Bapak Anindya N. Bakrie


Tim Perumus:

Ketua: H. M. Muchsin

Anggota:


  • Hanibal Wijayanta

  • M. Jon Ardiansyah

  • Tina Agustari

  • Anjasmara

  • Yudi Sinaga

  • Ngayadi Sumono

  • Budi Irawan

  • Machsus Thamrin

  • Kukun Yudi Parwanto

  • Julvanal

  • M. Rahmani

  • Arif Widoseno


Tim Eksternal:

  • Agus Pardesi

  • Eko Lukito

  • Mahendra Dewanata

  • Abdul Syukur

  • Fajar Kurniawan

Jakarta, 19 November 2014



Tim Perumus


Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©azrefs.org 2016
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə